Ruteng - KPU Manggarai, KPU Kabupaten Manggarai mengikuti kegiatan KoPi Parmas (Kita Ngobrol Pemilu, Demokrasi dan Partisipasi Masyarakat) Part 15 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi NTT secara daring pada hari Rabu 11 Maret 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pendanaan Politik dan Transparansi Keuangan Kampanye Pemilu”. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, yang menegaskan pentingnya transparansi sebagai penjaga integritas pemilu. Menjelang Pilkada, KPU akan meluncurkan aplikasi Lapor guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan transparan dan akuntabel. Seluruh jajaran diminta segera beradaptasi dengan sistem baru ini agar implementasinya optimal. Jemris menekankan bahwa laporan dana kampanye harus menjadi wujud nyata pertanggungjawaban publik, bukan sekadar formalitas, sehingga sinergi antar-satuan kerja sangat diperlukan demi mewujudkan Pemilu yang bersih dan tepercaya. Dalam sesi pemaparan materi yang dipandu moderator Kasubag Hukum dan SDM KPU Kabupaten Sumba Barat Daya Viktor Sar Bally dengan menghadirkan dua narasumber utama yakni Anggota KPU Rote Ndao Agabus Lau dan Ketua KPU Nagekeo Fransiskus Huber Waso. Agabus Lau menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam pendanaan politik yang krusial. Meski regulasi pelaporan sudah ketat mulai dari RKDK hingga audit KAP, tantangan di lapangan masih tinggi, seperti dominasi dana pribadi dan rendahnya kepatuhan serta literasi peserta pemilu. Menyikapi hal tersebut, KPU berperan sebagai fasilitator melalui pendekatan personal untuk memastikan validasi data dan kepatuhan administratif peserta pemilu. Sementara itu, Fransiskus Huber Waso menyatakan bahwa transparansi dana kampanye merupakan "urat nadi" integritas pemilu. KPU bertindak sebagai pengendali administratif melalui LADK, LPSDK, dan LPPDK, namun kendala seperti ketidakpatuhan peserta dan kompleksitas lapangan masih menjadi hambatan. Strategi penguatan yang dilakukan meliputi pendekatan administratif, edukasi berkelanjutan, serta literasi publik melalui publikasi infografik dan kolaborasi dengan media agar transparansi menjadi bagian dari pendidikan pemilih. Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh moderator. Dalam arahan penutup, Anggota KPU Provinsi NTT, Petrus Kanisius Nahak menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas dan integritas kelembagaan serta perlunya menyelaraskan laporan administratif dengan realitas di lapangan, seraya menegaskan bahwa kejujuran peserta pemilu dalam mengonversi nilai kampanye merupakan kunci utama bagi peningkatan kualitas demokrasi.. Selanjutnya, Lodowyk Fredrik memberikan pandangan mengenai pengembangan regulasi dana kampanye di masa depan agar lebih komprehensif dalam mengatur pendanaan politik, termasuk mengevaluasi efektivitas anggaran Alat Peraga Kampanye (APK) demi hasil yang lebih optimal. Menutup diskusi, Baharudin Hamzah menyampaikan pentingnya membangun sistem pelaporan yang lebih faktual, mengingat adanya disparitas antara laporan administratif dengan dinamika aktivitas kampanye di lapangan. serta mengajak seluruh pihak untuk terus mendorong kepatuhan peserta pemilu terhadap aturan yang berlaku sebagai upaya bersama mencegah potensi pelanggaran. Oleh karena itu, integritas penyelenggara dalam menyelesaikan administrasi laporan tetap menjadi benteng krusial dalam upaya bersama menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. (Humas KPU Manggarai)