KPU NTT Gelar Bimtek Public Speaking, Siapkan SDM Hadapi Tahapan Pemilu
Ruteng – KPU Manggarai, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking dengan tema "Seni Berbicara, Mengelola Makna di Ruang Publik". Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini digelar pada Kamis (16/04), dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan komunikasi para penyelenggara pemilu. Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya kemampuan berkomunikasi yang baik bagi seluruh pejabat dan staf. Menurutnya, sebagai penyelenggara negara, setiap individu memiliki mandat untuk berinteraksi dan menyampaikan informasi kepada publik secara layak, baik dalam forum formal maupun informal. "Kegiatan ini sangat penting untuk mengoreksi gaya bicara, bahasa tubuh, dan cara kita membangun komunikasi dengan audiens. Ke depan, kita akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan media, sehingga kemampuan ini mutlak diperlukan," ujarnya. Jemris juga menyoroti bahwa mendekati tahun pemilu, seluruh jajaran KPU akan menjadi sorotan publik dan sering diminta menjadi narasumber. Oleh karena itu, kesiapan mental dan kemampuan berbicara harus diasah sejak masa non-tahapan ini. "Jangan sampai ketika ditanya media atau masyarakat, kita grogi atau bingung. Kita harus siap menjadi 'seleb' yang profesional dan bisa diandalkan," tambahnya. Narasumber kegiatan, Oberta B. Nailius, dari TVRI Kupang, membagikan berbagai ilmu praktis mengenai teknik berbicara di depan umum. Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa public speaking adalah keterampilan yang bisa dipelajari, bukan sekadar bakat bawaan. Oberta menekankan pentingnya keselarasan antara pikiran dan ucapan. Ia memberikan tips bagaimana mengatur tempo bicara, baik bagi mereka yang berpikir cepat namun lambat berbicara, maupun sebaliknya. Selain itu, ia juga mengajarkan strategi menghadapi situasi krisis, seperti saat menghadapi pertanyaan sulit atau menjebak dari media maupun massa. "Ketika kita berdiri dan berbicara, kita mewakili lembaga dan negara. Kita harus memastikan pesan yang disampaikan jelas, tepat, dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," ungkapnya. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, baik yang hadir langsung di aula maupun yang mengikuti secara daring dari kabupaten/kota. Beberapa topik hangat yang dibahas antara lain cara mengatur waktu narasumber yang terlalu panjang, teknik menghadapi demonstran, hingga etika menjawab pertanyaan saat kekurangan referensi data. Moderator kegiatan, Bathseba S. Dapatalu, dalam penutupnya mengutip pandangan bahwa tidak ada hal lebih penting dalam hidup selain kemampuan berkomunikasi secara efektif. Ia berharap seluruh peserta kegiatan dapat segera mempraktikkan ilmu yang didapat agar siap menghadapi tahapan Pemilu mendatang dengan percaya diri. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam tugas sehari-hari demi terwujudnya komunikasi publik yang profesional, integritas, dan terpercaya. (Humas KPU Manggarai)