Berita Terkini

Memahami Perilaku Pemilih Pemula dalam Konteks Sosial Kekinian

Ruteng, KPU Manggarai - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai mengikuti kegiatan "Kita Ngobrol Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat (KoPi Parmas) Part 12" yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring pada Kamis, 19 Februari 2026. 
“Perilaku Pemilih Pemula dalam Konteks Sosial Kekinian” menjadi tema dalam sesi kali ini, sebagai bagian dari penguatan strategi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu.

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik pemilih pemula dalam dinamika sosial saat ini. Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi, sehingga diperlukan pendekatan sosialisasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Hadir sebagai narasumber, Anggota KPU Kabupaten Lembata Petrus Paulus Juang dan Anggota KPU Kabupaten Manggarai Timur Abdul Haris.
Petrus Paulus Juang menjelaskan bahwa pemilih pemula merupakan generasi digital yang kritis dan berorientasi pada isu, dengan perhatian pada isu pendidikan, lapangan kerja, dan lingkungan hidup. Namun, tingginya penggunaan media sosial juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, politik identitas, dan potensi apatisme.
Abdul Haris menambahkan bahwa pemilih pemula cenderung rasional dalam mengolah informasi, meskipun rendahnya literasi digital dapat meningkatkan kerentanan terhadap disinformasi. Karena itu, strategi sosialisasi perlu dikemas secara komunikatif, visual, dan relevan dengan karakter generasi muda, serta melibatkan peran keluarga sebagai fondasi pembentukan sikap politik yang bertanggung jawab.

Setelah pemaparan materi oleh kedua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator Kasubag Hukum dan SDM KPU Kabupaten Sumba Tengah Prasasti Pradmasari, berlangsung dinamis dan memperkaya perspektif mengenai upaya peningkatan partisipasi pemilih pemula dalam konteks sosial kekinian.

Dalam arahan penutup, Anggota KPU Provinsi NTT Elyaser Lomi Rihi menegaskan pentingnya penguatan literasi melalui pendekatan komunitas dan komunikasi dua arah, termasuk program KPU Go to Campus/School, guna merespons tantangan pragmatisme di kalangan generasi muda.
Selanjutnya, Anggota KPU Provinsi NTT Lodowyk Fredrik menekankan perlunya transformasi penyelenggara pemilu menuju pengelolaan informasi berbasis digital yang akurat dan tepercaya, disertai peningkatan kompetensi dan integritas.
Sementara itu, Anggota KPU Provinsi NTT, Bahrudin Hamzah, menegaskan bahwa wajah demokrasi kontemporer didominasi generasi muda yang kritis dan melek informasi. Oleh karena itu, pendekatan literasi perlu memperkuat peran keluarga sebagai pembentuk karakter serta mengoptimalkan ruang publik digital. Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis dalam memfasilitasi hak pilih serta membangun partisipasi aktif pemilih pemula. (Humas KPU Manggarai). 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 108 kali